Rabu, 15 Juli 2015

Ceritaku

Teman... Semua yang kita cintai di dunia ini adalah titipan dari Yang Maha Kuasa. Suami, istri, anak,orang tua maupun harta benda. Ketika yang Maha Kuasa mengambilnya kembali, kita harus rela, ikhlas, sabar dan tawakal. Karena kita pun suatu saat akan kembali kepada.
Memang sedih rasanya jika kita kehilangan sesuatu yang kita cintai. Apalagi jika kita kehilangan orang tua, suami, istri atau anak-anak untuk selama-lamanya. 
Hari ini salah satu temanku sedang berduka karena ditinggalkan suami tercinta untuk slama-lamanya. Aku hanya bisa berdo'a, semoga beliau ikhlas, sabar, tawakal juga merelakannya.
Dua tahun lalu aku pun mengalaminya. Ibuku... Orang yang sangat aku cintai, yang paling dekat denganku harus pergi menghadapNya. Sedih... Sedih sangat karena bagiku tak ada lagi tempat aku mengadu, bercerita dan berkeluh kesah... Yang paling ku sedihkan dan kusesalkan adalah karena aku belum puas membahagiakan dan membalas kasih sayangnya.
 Waktu itu ketika ibuku dipanggil  Yang Maha Kuasa tepat pada tanggal 17 Ramadhon. Dua minggu sebelum lebaran tiba. Setelah selesai ibuku dimakamkan, aku menemukan sebuah sandal warna pink  yang masih bagus dilemarinya. Menurut cerita tetanggaku katanya beliau membeli sendal itu untuk aku lebaran. Ya Allah... Aku terharu dan sedih. Betapa besarnya rasa cinta beliau kepada anaknya. Padahal waktu itu aku saja belum membelikan hadiah apa pun kepada ibuku untuk lebaran. Aku selalu sibuk dengan keluargaku dan pekerjaanku. Menyesal sungguh menyesal... Aku menyesal kenapa setelah berkeluarga aku tidak tinggal dekat dengan ibuku. 
Setelah dua tahun berlalu wajah ibuku tetap selalu terbayang di mataku. Kadang air mata ini tak dapat kutahan jika aku sudah merindukannya. 
Berbahagia lah bagi mereka yang masih mempunyai orang tua. 
Bahagiakan lah kedua orang tua kita selagi mereka masih ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar